Home > Open Source > Open source hari ini

Open source hari ini

October 31, 2009

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Open source, istilah yang mungkin tidak asing di telinga kita akhir-akhir ini, khususnya bagi orang-orang yang setiap hari nya berhubungan dengan dunia komputer. Namun, ternyata masih banyak yang kurang mengerti (termasuk saya pada awalnya) arti open source yang sebenarnya. Masih terdapat banyak kerancuan antara open source, free software, freeware, dan proprietary software. Orang lebih suka menggunakan istilah open source ketimbang free software, ada juga yang menganggap free software sama dengan freeware, dan lain sebagainya.

Sekarang mari kita lihat definisi dari masing-masing istilah tersebut :

Open source
Open source is an approach to the design, development, and distribution of software, offering practical accessibility to a software’s source code (Wikipedia).

Open source is a development method for software that harnesses the power of distributed peer review and transparency of process (Open Source Initiative).

Yang secara singkat dapat diartikan sebagai metode untuk pengembangan software yang memanfaatkan kekuatan peer review yang terdistribusi (dalam hal ini kode dirilis ke publik untuk di review) dan transparansi dari proses (dalam hal ini aksesibilitas ke kode program).

Free software
Free software is software that can be used, studied, and modified without restriction, and which can be copied and redistributed in modified or unmodified form either without restriction, or with minimal restrictions (Wikipedia).

Free software is software that gives you the user the freedom to share, study and modify it. We call this free software because the user is free (Free Software Foundation).

Yang secara singkat dapat diartikan sebagai software yang dapat digunakan, dipelajari, dan dimodifikasi tanpa batasan, dan dapat digandakan dan didistribusikan kembali tanpa/sedikit batasan.

Freeware
Freeware is computer software that is available for use at no cost or for an optional fee (Wikipedia).

Yang artinya adalah software yang dapat digunakan tanpa biaya atau dengan biaya opsional.

Proprietary software
Proprietary software is any computer software with restrictions on use or private modification, or with restrictions judged to be excessive on copying or publishing of modified or unmodified versions (Wikipedia).

Yang artinya adalah software yang memiliki keterbatasan dalam hal penggunaan atau modifikasi, atau dengan keterbatasan dalam penggandaan atau pempublikasian.

Dari beberapa istilah di atas, tentunya muncul berbagai pertanyaan :

  • Lalu apa yang membedakan open source dan free software?
    Kedua istilah ini memiliki kemiripan dalam berbagai hal, namun free software adalah istilah yang pertama kali muncul, yang di perkenalkan oleh Richard M. Stallman pada tahun 1983 saat ia memulai proyek GNU (GNU is Not UNIX). Sedangkan istilah open source baru diperkenalkan pada tahun 1998 oleh beberapa orang dari komunitas gerakan free software yang memisahkan diri karena kurang puas dengan filosofi free software itu sendiri.
    .
    Perbedaan utama tentunya terletak filosofi keduanya, seperti dikatakan oleh Richard Stallman dalam tulisan nya “Why Open Source misses the point of Free Software“, open source lebih fokus kepada metode pengembangan software dan bagaimana membuat software yang lebih baik, sedangkan free software adalah social movement, yang lebih mementingkan kebebasan user.
    .
    Ide awal dari pembentukan open source adalah mereka tidak setuju dengan filosofi gerakan free software yang menganggap non-free software adalah masalah sosial atau itu adalah tidak etis, dan bagi gerakan free  software, satu-satunya solusi adalah dengan berhenti menggunakan nya (non-free software), dan beralih ke free software.
    .
    Perbedaan lain adalah masalah lisensi, lisensi free software dikeluarkan oleh Free Software Foundation (FSF), sedangkan lisensi open source software dikeluarkan oleh Open Source Initiative (OSI). Namun pada dasarnya kedua lisensi mengacu pada dasar yang sama, dengan sedikit pengecualian, sesuai dengan filosofi masing-masing.
    .
  • Lalu istilah apa yang sebaiknya digunakan?
    Hampir semua open source software adalah free software, begitu juga sebaliknya, ini semakin menyulitkan untuk mencari perbedaan diantara keduanya. Namun, belakangan muncul istilah Free and Open Source Software (FOSS), yang merupakan gabungan dari free software dan open source software. Istilah ini yang kemudian lebih dianjurkan untuk menyelesaikan “perselisihan” diantara keduanya, dimana kedua filosofi dilibatkan, free software dengan user freedom dan open source dengan development model nya.
    .
  • Apakah Freeware sama dengan Free software?
    Richard Stallman berkomentar soal ini: “Free software is a matter of freedom, not price, so think of free speech, not free beer”. Nah, sudah jelas bahwa free software dalam hal ini adalah free speech atau freedom/kebebasan, sedangkan freeware dalam hal ini adalah “free beer” atau software yang didapat dengan gratis/tanpa biaya. Namun, biasanya free software juga bisa didapatkan dengan biaya murah/gratis, tapi tetap itu bukan prioritas karena user freedom adalah yang utama, sedangkan freeware, walaupun gratis, biasanya sifatnya closed source (merupakan kebalikan dari open source dimana kode source program tidak disertakan) dan terdapat berbagai keterbatasan.
    .
  • Apakah Linux adalah satu-satu nya proyek FOSS?
    Linux atau lebih tepatnya GNU/Linux merupakan salah satu proyek FOSS yang terbesar dan sangat dikenal oleh publik, namun GNU/Linux bukanlah satu-satunya proyek FOSS, masih ada nama-nama seperti Apache, PHP, Java, Firefox, BSD Family (FreeBSD, OpenBSD, NetBSD), gcc, MySQL, OpenSolaris, OpenOffice, dan masih banyak lagi. Hampir semua software di dalam GNU/Linux Distribution (Distro) seperti Ubuntu, OpenSUSE, Fedora, Slackware adalah FOSS. Dikatakan hampir, karena terdapat beberapa non-free software seperti driver dan codec yang memang belum ada versi FOSS nya. gNewSense adalah salah satu GNU/Linux Distribution yang 100% terdiri dari FOSS.
    .
  • Lalu bagaimana membedakan software legal dan non-legal?
    Kalau berbicara tentang legal atau non-legal, tentunya ini berkaitan dengan hukum, setiap software “melindungi” dirinya dengan lisensi. Jika Anda melanggar ketentuan seperti yang telah dinyatakan dalam lisensi, tentu saja Anda menjadi menggunakan software yang non-legal dan melanggar hukum. Kita ambil contoh, misalkan Anda membeli Microsoft Windows Asli dengan ketentuan lisensi hanya diinstall/dipakai pada satu komputer, lalu Anda menginstall nya di 2 komputer berbeda, tentu saja ini tidak legal dan melanggar lisensi. Contoh lain Anda menggunakan GNU/Linux OS, misalnya Ubuntu yang dapat didistribusikan dan dipakai secara bebas, tentu saja Anda bebas menginstall ke beberapa komputer sekaligus, tanpa batasan, dan ini legal.
    .
  • Lalu apakah dengan memakai sistem operasi berbasis GNU/Linux semuanya menjadi legal?
    Pernah dengar kata-kata ini? “Pakai Windows bajakan sih, pakai Linux dong, khan legal!”. Kata-kata ini ada benarnya, tapi apakah dalam sistem operasi itu kita tidak menginstall/menyimpan file/aplikasi lain, seperti lagu, film, dan software-software lain?. Percuma saja kita memakai GNU/Linux tetapi di dalam nya banyak lagu dan film bajakan, itu sama saja tidak legal. Jadi legal dan tidak legal itu tergantung dari pemakaian kita juga.

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, banyak pernyataan-pernyataan menarik mengenai FOSS ini (setidaknya dari pengalaman saya), berikut beberapa diantara nya :

  • Ngapain pake open source? Open source khan jelek!
    Kalau Anda berpikir demikian, mungkin sekarang Anda tidak melihat perkembangan IT khususnya internet sepesat sekarang ini. Anda tahu apache? web server yang paling banyak dipakai di jagad internet. GCC, PHP, Java, bahasa pemrograman/scripting yang sangat populer, berbasis FOSS juga. Yahoo, Google, dan perusahaan-perusahaan raksasa lainnya, menggunakan server-server berbasis FOSS, seperti GNU/Linux dan FreeBSD. Jadi, sebaiknya Anda menarik kembali kata-kata Anda. :)
    .
  • Open source = gratis = tidak menghasilkan uang!
    Kata siapa? Banyak programmer/developer sukses berkat FOSS, banyak juga perusahaan-perusahaan yang membutuhkan support dari FOSS, dan tentu saja ini menghasilkan.
    .
  • Ngapain pake Linux? Linux khan susah!
    Hmmm, mungkin kalau dulu dari awal Anda diperkenalkan dengan GNU/Linux, mungkin sekarang Anda akan berpikir Windows itu susah. Jadi tidak ada yang otomatis, semuanya perlu proses pembelajaran.
    .
  • Kalau ada bajakan, ngapain beli!
    Kalau ini semua kembali kepada individu masing-masing, bagaimana jika Anda berada pada posisi orang yang dibajak, coba dipikir baik-baik.

Baru-baru ini saya merilis kalkun, sebuah PHP frontend untuk gammu-smsd. Ini merupakan proyek FOSS pertama saya, dan ternyata tidak diduga-duga respon yang datang cukup positif, dan banyak yang mendukung proyek ini. Dari sini saya mendapatkan banyak pengalaman dari teman-teman, banyak masukan dan saran yang diberikan untuk membuat software ini lebih baik nantinya. Selain itu, saya juga mendapatkan banyak teman baru, baik dari Indonesia, maupun dari luar negeri. Dari sini, saya semakin yakin untuk terus bergerak di bidang FOSS.

Jadi balik ke topik, kesimpulan nya adalah open source atau lebih tepat nya FOSS hari ini tidak bisa dipandang sebelah mata lagi karena telah digunakan dan didukung oleh banyak pihak karena berbagai keuntungan yang diberikan, dan satu lagi “Open source is about sharing knowledge accross the world”.

Sekian tulisan ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat.

About these ads
Categories: Open Source
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: