Archive

Archive for December, 2009

Nyobain DestroyTwitter di Ubuntu

December 29, 2009 4 comments

DestroyTwitter adalah salah satu dari sekian banyak aplikasi klien twitter yang ada saat ini, selain DestroyTwitter, masih ada TweetDeck, yang kalau boleh dibilang paling banyak dipakai saat ini karena juga mendukung Facebook, MySpace, dan juga LinkedIn. Nah, salah satu kelebihan dari DestroyTwitter ini adalah lightweight/ringan sehingga lebih hemat memori dan performance yang lebih cepat, begitu sih kata website nya :).

OK, langsung saja kita install:

  1. Download dan install adobe air
    Download di alamat http://get.adobe.com/air/
    .
    Lalu letakkan dimana saja, kemudian ubah permission file agar bisa dieksekusi:
    $ chmod +x AdobeAIRInstaller.bin
    .
    Kemudian jalankan file tersebut:
    $ ./AdobeAIRInstaller.bin
    .
    Proses instalasi dimulai, tinggal next-next aja disini, gampang koq ๐Ÿ™‚
    .
  2. Download dan install DestroyTwitter
    Download DestroyTwitter di alamat https://destroytwitter.com/download
    .
    Lalu ekstrak dan klik dua kali (atau klik kanan->Open with Adobe AIR Application Installer).
    Proses instalasi dimulai, disini juga tinggal next-next aja koq ๐Ÿ™‚

Beres deh, cepat khan :))

Kasih screenshot ya, biar makin manteb ๐Ÿ™‚

Screenshot-DestroyTwitter

Screenshot-DestroyTwitter

Screenshot lain nya bisa dilihat langsung di website resminya https://destroytwitter.com/screenshots.

Selamat ber-tweet ria :))

Categories: Others Tags: ,

BlankOn: problem #1 wallpaper dan theme ganti otomatis

December 26, 2009 2 comments

Setelah migrasi dari Ubuntu ke BlankOn, saya sedikit mendapatkan “masalah” yaitu wallpaper dan theme yang berganti secara otomatis. Sebenarnya ini adalah fitur dari BlankOn sendiri yang bernama blankon-contextual-desktop, namun “fitur” ini bisa menjadi “masalah” karena tidak semua orang mau wallpaper/theme nya gonta-ganti. Setelah mencari-cari di google, ngga nemu, terus masuk IRC #blankon, ngga ada yang bales :(. Akhirnya nyari-nyari sendiri, ternyata program ini berjalan di daemon dengan nama blankon-contextual-desktop-daemon, nah untuk mematikan nya dapat dilakukan dengan perintah berikut:

$ sudo killall blankon-contextual-desktop-daemon

Lalu apakah selesai sampai disitu? Ternyata belum, daemon ini juga otomatis dijalankan saat startup alias sebagai service, untuk menon-aktifkan nya masuk ke System->Preferences->Startup Applications, cari BlankOn Contextual Desktop daemon, dan hapus tanda centang.

Nah, sekarang tidak ada lagi yang mengubah wallpaper/theme Anda sesuka hati :))

Categories: GNU/Linux, Open Source Tags:

Migrasi Ubuntu 9.10 ke BlankOn 5.0

December 25, 2009 2 comments

Setelah cukup lama bertahan di Ubuntu, akhirnya hari ini saya memutuskan sedikit “bermigrasi” ke distro lain yaitu BlankOn. Pada dasarnya kedua distro memilki banyak kesamaan karena BlankOn sendiri dikembangkan dari Ubuntu dengan beberapa perubahan (baik itu penambahan maupun pengurangan) agar disesuaikan dengan kebutuhan orang Indonesia pada khususnya.

Nah, untuk “bermigrasi” dari Ubuntu ke BlankOn ini ternyata cukup mudah, tidak harus install dari awal, cukup dengan meng-update beberapa paket saja, ini karena paket-paket yang ada di Ubuntu juga bisa dipakai di BlankOn. BlankOn versi terakhir adalah versi 5.0 dengan codename Nanggar, dan merupakan pengembangan dari Ubuntu 9.04, sedangkan yang saya pakai adalah Ubuntu 9.10 tapi sepertinya ini tidak menjadi masalah.

Ok, enough talking, let’s do some action:

  1. Pastikan komponen main restricted universe dan multiverse milik Ubuntu telah aktif.
  2. Tambahkan repository berikut:
    deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon nanggar main restricted
    deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon nanggar-updates main restricted
    deb http://security.blankonlinux.or.id/blankon nanggar-security main restricted

    .
  3. Tambahkan key dari repository:
    $ wget http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon/project/blankon-archive-keyring.gpg -O - | sudo apt-key add -
    .
  4. Reload repository:
    $ sudo apt-get update
    .
  5. Terakhir, install blankon-desktop
    $ sudo apt-get install blankon-desktop

Silahkan tunggu sampai selesai (kalau saya kira-kira 10 menit saja ^.^).

Setelah selesai, Anda bisa mulai mengganti-ganti theme, background, login window, dan lain-lain. Saya sendiri masih menggunakan bahasa inggris karena masih “agak aneh rasanya” kalau pake bahasa Indonesia. ^.^

Berikut “tangkapan layar” nya:

BlankOn 5.0 Nanggar

BlankOn 5.0 Nanggar

BlankOn 5.0 dengan theme “Bubur”, Indonesia banget khan. ๐Ÿ˜€

Categories: Open Source Tags: ,

Kaskus emoticon di Pidgin

December 22, 2009 5 comments

Seperti nya euforia kaskus makin terdengar dimana-mana, istilah-istilah sepertiย  ‘Gan’, ‘Pertamax’, ‘cendol’, dan lain-lain seperti nya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan istilah-istilah ini sudah terbawa kemana-mana, contohnya milis, blog, chat, bahkan facebook pun tidak luput dari sasaran para kaskuser. Yah, walaupun saya bukan kaskuser, belum pernah nge-posting soalnya, hihihi, cuma sekedar baca aja. Tapi teman-teman saya ternyata banyak juga yang kaskuser, dan sering memakai istilah ini di dunia maya, jadi nya ikut ketularan deh..:)

Nah, supaya makin seru ngaskus nya, sekarang kita akan coba menambahkan kaskus emoticon di Pidgin yang merupakan IM client yang open source dan modular. Pastikan Pidgin Anda sudah terinstall (ya iya lah), saya menggunakan versi 2.6.4 yang jalan di Ubuntu 9.10. Sekarang tinggal unduh file emoticon nya di sini, thanks to juragan fachri yang sudah membuat emoticon nya, cendolnya nyusul yah…:D

Sekarang, buka Pidgin nya, lalu ke Tools->Preferences, di bagian Themes, selanjutnya tinggal drag ‘n drop file yang sudah di unduh tadi ke bagian Smiley Theme, rebes deh.

Spoiler buat penampakan emoticon nya:

Emoticon kaskus

Emoticon kaskus

Happy ngaskus, jangan lupa cendol nya Gan…:D

Categories: Others Tags: ,

Dicari: Penterjemah untuk [GW]ammu

December 21, 2009 Leave a comment

Agak miris memang, gammu yang menurut google trends dan alexa paling banyak diakses dan dicari oleh orang Indonesia, tapi menurut statistik, translation untuk bahasa Indonesia tenyata masih sangat minim. Kemanakah orang-orang kita? Apakah hanya mau pakai nya saja? saya rasa tidak, mungkin belum banyak yang tahu saja bahwa gammu ini membutuhkan kontributor untuk penterjemah ke bahasa kita masing-masing, supaya orang-orang yang tidak terlalu mengerti bahasa Inggris tetap bisa menggunakan software ini.

Jadi, bagaimana cara saya berkontribusi?
Ada beberapa cara dalam men-translate gammu dan wammu ini (seperti dijelaskan disini), tapi menurut saya yang paling enak dan nyaman adalah dengan menggunakan pottle, karena sistem nya berbasis web, silahkan daftar kemudian pilih bahasa Indonesia dan mulai men-translate.

Ingat:
Berkontribusi bukan hanya dengan ikut memprogram dan memberikan donasi, menterjemah juga adalah suatu bentuk kontribusi, yang akan membantu orang lain nantinya.

Categories: Open Source Tags: ,

New homepage

December 15, 2009 Leave a comment

Hi, check out my new and simple homepage.

http://back2arie.capungriders.com

Feedback needed guys, thanks.

Categories: Uncategorized

“Susahnya” naek angkot di malam hari.

December 14, 2009 3 comments
Angkot Bogor

Angkot Bogor

Bukan, bukan judulnya yang salah, saya menulis nya dalam keadaan sadar koq. Ya,ย  jika Anda membaca judulnya mungkin Anda langsung berpikir “Bukannya Bogor itu kota sejuta angkot? Tiap detik juga banyak yang lewat, koq susah naek nya?”. Benar sekali, Bogor kini telah menjelma menjadi kota sejuta angkot, kasarnya bisa dikatakan lebih banyak jumlah angkot daripada jumlah penduduk nya (yang ini terlalu berlebihan, hehehe).

Tapi yang menjadi masalah (bagi saya) adalah banyak angkot yang tidak sesuai “standar”, terutama lampu yang tidak menyala, dan ini akan sangat terasa pada malam hari. Kalau siang hari, alhamdulillah saya masih bisa melihat nomor angkot (saya biasa nya naek 08 jurusan Jambu dua) walaupun dengan “susah payah”, karena mata saya yang memang agak bermasalah (baca: silindris, saya kadang sulit untuk membedakan angka 08 dan 09). Nah, yang jadi persoalan adalah ketika malam hari, nomor angkot (yg ada di body depan) tidak terlihat lagi (oleh saya), nah, harusnya nomor angkot juga ada di bagian atas (seperti gambar) dan ada lampunya untuk malam hari. Nah, kalo lampunya itu nyala, saya masih bisa lihat nomor nya (lagi2 dengan susah payah). Nah, masalah nya, banyak angkot yang tidak memiliki “fasilitas” ini, tau dah kemana tu lampu, dijual kali.

Akhir cerita, saya bisa menghabiskan15-30 menit cuma untuk menunggu angkot saja, fiuuhhhh….

Categories: Others Tags: