Archive

Posts Tagged ‘backup’

Backup/export your contacts using gammu

February 23, 2011 Leave a comment

This tutorial will explain step-by-step how to backup/export your contacts using gammu.

Some people might have hundred or even thousand contacts saved in their SIM card or phone memory. Imagine if such important data loss by accident and you don’t have backup? You must be so upset :/

So, let’s do the backup 😀

First, you need supported phone/modem by gammu.

Next, install gammu itself.
FYI, i’m using Mac OS X 10.5.8 and have installed gammu 1.28.0 version, but there is a bug as i mention on gammu bug tracker here. So, i try the 1.29.0 version, but no luck again, i got “ld: library not found for -lglib-2.0” when compiling, and looks someone also get same problem and report it to the developer. I’m trying the latest version again (1.29.90), but out of luck again, now i’m getting “cc1: warnings being treated as errors“. I decided to go back to 1.29.0 version and searching “glib” keyword on gammu documentation and it’s said that it needed by gammu-detect library, which i don’t need one so i decided to disable it on cmake.

$ mkdir build
$ cd build
$ cmake -DWITH_Glib=OFF ..
$ make

It’s works like a charm 😀

Now, let’s go to the main topic, the backup!

To list available contacts on your SIM card:

$ gammu getallmemory SM
List available contacts

List available contacts

Why there’s only 2 of them? Yes, it’s just an example, you may see hundred/thousand entry on your phone.
Please note there are another memory type supported by gammu, like ME for phone internal memory, you can see complete list here.

Now, to do the backup as vcf format:

$ gammu backup gammu_contact_backup.vcf -yes

That’s it! Now, you can open the file with your Contact Management Software like Address Book on Mac OS X, or if you open it text editor you’ll see something like this.

Open up vcf backup file with text editor

Open up vcf backup file with text editor

So, what’s next?

  • You can keep the backup file and restore it to your phone if you loss your contact.
  • Import it to other app, for example Gmail 😀
Import contact to Gmail

Import contact to Gmail

  • Or, even better, import it to Kalkun 😀
    But, Kalkun only support CSV import, so you need to convert it first. Fortunately, there is a online tool to do that, VCF to CSV converter
Convert VCF to CSV

Convert VCF to CSV

Next, fire up OpenOffice Calc or other spreadsheet and remove unneeded header.

Before clean up

Before clean up

After clean up

After clean up

And the rest, just follow instruction how to import it to Kalkun here.

That’s it! Hope it will help someone out there, cheers 😀

Memindahkan banyak file saat pindah hosting

Hari ini saya dapat tugas untuk memindahkan hosting website dan aplikasi lainnya dari hosting yang ada di pasarhosti*g (sebut saja server A) ke server VPS yang ada di MasterWebN*t (server B). Dan hal pertama yang terpikir oleh saya adalah “Ah, gampang, langsung aja download file-file yang ada di server A, lalu upload ke server B”. Tapi, setelah dilihat-lihat lagi, ternyata file yang hendak dipindahkan itu berjumlah ribuan dan ukurannya kurang lebih 250MB. Hmmm, kalau pakai cara ini sangat tidak efektif. Usaha untuk mengarsipkan banyak file tersebut menjadi satu file zip pun akan menjadi sia-sia karena jika koneksi putus di tengah jalan, maka harus mengulang dari awal lagi.

Alternatif lain yaitu dengan menggunakan fasilitas remote backup dari cpanel, tapi lagi-lagi cara ini kurang cocok karena berhubung filenya cukup besar jadi kita harus menunggu terus-terusan, artinya kita tidak boleh menutup browser saat proses sedang berjalan. Yang saya cari adalah bagaimana proses transfer tersebut bisa berjalan di background tanpa kita harus menunggu terus di depan layar monitor.

Nah, alternatif yang paling mungkin adalah melakukan remote ssh ke server A lalu melakukan upload ke server B dari server A. Tapi lagi-lagi sayang karena saya tidak punya akses ssh ke server A, hanya FTP yang diperbolehkan karena paket yang dipakai adalah paket hosting biasa. Nah, alternatif terakhir adalah dengan remote ke server B lalu men-download file-file yang ada di server A dari server B. Oh ya, satu lagi yang kita perlukan adalah screen, sebuah program untuk menyimpan session ssh kita walaupun kita menutupnya, artinya kita dapat meninggalkan proses berjalan di background.

Pertama-tama, login ssh ke server B:

$ ssh username@serverB

Jalankan screen:

$ screen

Download file-file yang ada di server A menggunakan wget:

$ wget -r –level=0 ftp://username:password@serverA/www/* -P /var/www

Path /www/* adalah path dimana semua website/aplikasi yang ada di server A yang ingin kita copy ke server B, sedangkan /var/www adalah path yang ada di server B untuk menyimpan hasil copy dari server A. Opsi -r artinya kita mengambil semua file dan folder secara recursive (semua subfolder juga ikut), level=0 artinya kedalaman subfolder yang akan diambil tidak ada batasan atau semua diambil.

Setelah itu Anda dapat menutup window terminal tanpa harus takut proses transfer berhenti karena kita telah menggunakan screen untuk menyimpan session ssh. Anda bisa melanjutkan pekerjaan yang lain atau mungkin sambil nonton dorama 😛

Selanjutnya kita dapat kembali melihat apakah proses transfer sudah selesai atau belum dengan kembali melakukan remote ke server B, lalu jalankan:

$ screen -r

Dan, voiillaa, kita kembali ke session yang kita tinggalkan tadi 😀

Bagaimana? Mudah bukan? 😀

Categories: Tips 'n trick Tags: , , ,