Archive

Posts Tagged ‘ssh’

SSH tunneling dengan putty dan iSSH

February 25, 2011 1 comment

Kalau di postingan ini dan ini saya menggunakan command line untuk melakukan ssh tunneling (baca: “pencurian” bandwidth :P), tapi koq lama-lama capek juga ya karena yang diketikkan cukup panjang dan dilakukan berulang-ulang:

$ ssh -D localhost:4321 -p 993 support@hostname

Akhirnya nyari-nyari ssh client yang memiliki GUI dan bisa melakukan tunneling.

Dan, ternyata gw harus kembali bernostalgia dengan putty, tools yang pertama kali kenal pas jaman kuliah D3 😀
Tapi ternyata config-nya ga segampang yang dibayangkan, dan agan Rasyid-lah jadi saksinya, ribet kan gan? Apa gw yg bego ya 😛

Akhirnya ngoprek-ngoprek lagi di rumah, dan akhirnya ketemu 🙂

Seperti biasa, isi dulu Hostname/IP address tujuan dan portnya, Connection type yang digunakan tentu saja SSH.

Lanjut ke menu Connection –> SSH –> Tunnels

Masukin Source portnya localhost:4321, jangan centang Dynamic dan IPv4 (kalau Auto malah nanti kepilihnya IPv6).

Udah, gitu doang 😀 Jangan lupa di Save biar nanti ga capek-capek setting lagi.

 

Oiya, ternyata ada yang lebih mudah lagi, yaitu iSSH. Berhubung putty tidak berjalan secara native di Mac OS, jadinya gw milih iSSH aja, dan putty memang lebih “ribet” karena menunya lebih banyak (tidak hanya SSH), sedangkan iSSH khusus untuk SSH jadi lebih simpel 😀

Semuanya di satu halaman, dan memang sudah ada templatenya 😀

Kalo begini kan tunneling jadi lebih lancar *digeplak admin 😀

Advertisements
Categories: Tips 'n trick Tags: , , ,

Memindahkan banyak file saat pindah hosting

Hari ini saya dapat tugas untuk memindahkan hosting website dan aplikasi lainnya dari hosting yang ada di pasarhosti*g (sebut saja server A) ke server VPS yang ada di MasterWebN*t (server B). Dan hal pertama yang terpikir oleh saya adalah “Ah, gampang, langsung aja download file-file yang ada di server A, lalu upload ke server B”. Tapi, setelah dilihat-lihat lagi, ternyata file yang hendak dipindahkan itu berjumlah ribuan dan ukurannya kurang lebih 250MB. Hmmm, kalau pakai cara ini sangat tidak efektif. Usaha untuk mengarsipkan banyak file tersebut menjadi satu file zip pun akan menjadi sia-sia karena jika koneksi putus di tengah jalan, maka harus mengulang dari awal lagi.

Alternatif lain yaitu dengan menggunakan fasilitas remote backup dari cpanel, tapi lagi-lagi cara ini kurang cocok karena berhubung filenya cukup besar jadi kita harus menunggu terus-terusan, artinya kita tidak boleh menutup browser saat proses sedang berjalan. Yang saya cari adalah bagaimana proses transfer tersebut bisa berjalan di background tanpa kita harus menunggu terus di depan layar monitor.

Nah, alternatif yang paling mungkin adalah melakukan remote ssh ke server A lalu melakukan upload ke server B dari server A. Tapi lagi-lagi sayang karena saya tidak punya akses ssh ke server A, hanya FTP yang diperbolehkan karena paket yang dipakai adalah paket hosting biasa. Nah, alternatif terakhir adalah dengan remote ke server B lalu men-download file-file yang ada di server A dari server B. Oh ya, satu lagi yang kita perlukan adalah screen, sebuah program untuk menyimpan session ssh kita walaupun kita menutupnya, artinya kita dapat meninggalkan proses berjalan di background.

Pertama-tama, login ssh ke server B:

$ ssh username@serverB

Jalankan screen:

$ screen

Download file-file yang ada di server A menggunakan wget:

$ wget -r –level=0 ftp://username:password@serverA/www/* -P /var/www

Path /www/* adalah path dimana semua website/aplikasi yang ada di server A yang ingin kita copy ke server B, sedangkan /var/www adalah path yang ada di server B untuk menyimpan hasil copy dari server A. Opsi -r artinya kita mengambil semua file dan folder secara recursive (semua subfolder juga ikut), level=0 artinya kedalaman subfolder yang akan diambil tidak ada batasan atau semua diambil.

Setelah itu Anda dapat menutup window terminal tanpa harus takut proses transfer berhenti karena kita telah menggunakan screen untuk menyimpan session ssh. Anda bisa melanjutkan pekerjaan yang lain atau mungkin sambil nonton dorama 😛

Selanjutnya kita dapat kembali melihat apakah proses transfer sudah selesai atau belum dengan kembali melakukan remote ke server B, lalu jalankan:

$ screen -r

Dan, voiillaa, kita kembali ke session yang kita tinggalkan tadi 😀

Bagaimana? Mudah bukan? 😀

Categories: Tips 'n trick Tags: , , ,

X11 Forwarding pada ssh

X11 forwarding digunakan agar kita dapat menjalankan aplikasi desktop dari ssh server ke ssh client. Misalkan kita me-remote server melalui ssh, lalu kita ingin menjalankan synaptic package manager pada server, karena aplikasi ini berbasis desktop/GUI (dengan catatan X-Server telah terinstall di server) tentunya hal ini tidak dapat dilakukan pada ssh yg berbasis command-line/CLI. Namun dengan opsi X11 Forwarding, hal ini bisa dilakukan. Ok, langsung saja konfigurasi nya. Note : percobaan dilakukan pada ubuntu 8.04 dan fedora 9.

Langkah-langkah nya sebagai berikut :

1.  Edit file konfigurasi ssh server, yaitu sshd_config
sudo vim /etc/ssh/sshd_config
Cari lalu uncomment baris X11Forwarding yes

2. Restart ssh server :
sudo /etc/init.d/ssh restart

3. Lalu pada client, lalukan koneksi ssh dengan option -X, contohnya :
ssh -X username@hostname

4. Sekarang Anda dapat menjalankan aplikasi desktop di server, misalnya jalankan synaptic :
sudo synaptic

5. Last but not least, screenshot….
x11forwarding

OK, that’s all guys…Enjoy…

Categories: GNU/Linux Tags: , ,